andai aku menyadarinya

Posted: Oktober 17, 2010 in sedih

ANDAI AKU MENYADARINYA DARI DULU

> > Pada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam keluarga

> > yang bahagia, dengan orang tua dan sanak keluarganya. Tetapi, dia

> > selalu mengangap itu sesuatu yang wajar saja. Dia terus bermain,

> > mengganggu adik dan kakaknya, membuat masalah bagi orang lain adalah

> > kesukaannya. Ketika ia menyadari kesalahannya dan mau minta maaf,dia

> > selalu berkata, “Tidak apa-apa, besok kan bisa.” Ketika agak besar,

> > sekolah sangat menyenangkan baginya. Dia belajar, mendapat teman,

> > dan sangat bahagia.

> > Tetapi, dia

> > anggap itu wajar-wajar aja.

> >

> > Semua begitu saja dijalaninya sehingga dia anggap semua sudah

> > sewajarnya. Suatu hari, dia berkelahi dengan teman baiknya.

> > Walaupun dia

> > tahu itu salah, tapi tidak pernah mengambil inisiatif untuk minta

> > maaf dan berbaikan dengan teman baiknya.. Alasannya, “Tidak apa-apa,

> > besok kan bisa.”

> >

> > Ketika dia agak besar, teman baiknya tadi bukanlah temannya lagi.

> > Walaupun dia masih sering melihat temannya itu, tapi mereka tidak

> > pernah saling tegur.. Tapi itu bukanlah masalah, karena dia masih

> > punya banyak teman baik yang lain. Dia dan teman-temannya melakukan

> > segala sesuatu bersama-sama, main, kerjakan PR, dan jalan-jalan. Ya,

> > mereka semua teman-temannya yang paling baik.

> >

> > Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia ketemu seorang cewek yang

> > sangat cantik dan baik. Cewek ini kemudian menjadi pacarnya. Dia

> > begitu sibuk dengan kerjanya, karena dia ingin dipromosikan ke

> > posisi paling tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin.

> >

> > Tentu, dia rindu untuk bertemu teman-temannya. Tapi dia tidak pernah

> > lagi menghubungi mereka, bahkan lewat telepon. Dia selalu berkata,

> > “Ah, aku capek, besok saja aku hubungin mereka.” Ini tidak terlalu

> > mengganggu dia karena dia punya teman-teman sekerja yang selalu mau

> > diajak keluar.Jadi, waktu pun berlalu, dia lupa sama sekali untuk

> > menelepon teman-temannya.

> >

> > Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras dalam

> > membahagiakan keluarganya. Dia tidak pernah lagi membeli bunga untuk

> > istrinya, atau pun mengingat hari ulang tahun istrinya dan juga hari

> > pernikahan mereka. Itu tidak masalah baginya, karena istrinya selalu

> > mengerti dia, dan tidak pernah menyalahkannya.

> >

> > Tentu, kadang-kadang dia merasa bersalah dan sangat ingin punya

> > kesempatan untuk mengatakan pada istrinya “Aku cinta kamu”, tapi dia

> > tidak pernah melakukannya. Alasannya, “Tidak apa-apa, saya pasti

> > besok akan mengatakannya. ” Dia tidak pernah sempat datang ke pesta

> > ulang tahun anak-anaknya, tapi dia tidak tahu ini akan berpengaruh

> > pada anak-anaknya.

> > Anak-anak mulai menjauhinya, dan tidak pernah benar-benar

> > menghabiskan waktu mereka dengan ayahnya.

> >

> > Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas dalam

> > kecelakaan, istrinya ditabrak lari. Ketika kejadian itu terjadi, dia

> > sedang ada rapat.

> > Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang fatal, dia baru datang

> > saat istrinya akan dijemput maut. Sebelum sempat berkata “Aku

> > cintakamu”, istrinya telah meninggal dunia. Laki-laki itu remuk

> > hatinya dan mencoba menghibur diri melalui anak-anaknya setelah

> > kematian istrinya. Tapi, dia baru sadar bahwa anak anaknya tidak

> > pernah mau berkomunikasi dengannya.

> > Segera, anak-anaknya dewasa dan membangun keluarganya masing-masing.

> > Tidak ada yang peduli dengan orang tua ini, yang di masa lalunya

> > tidak pernah meluangkan waktunya untuk mereka..

> >

> > Saat mulai renta, dia pindah ke rumah jompo yang terbaik, yang

> > menyediakan pelayanan sangat baik. Dia menggunakan uang yang semula

> > disimpannya untuk perayaan ulang tahun pernikahan ke 50, 60, dan 70.

> > Semula uang itu akan dipakainya untuk pergi ke Hawaii , New

> > Zealand ,dan negara-negara lain bersama istrinya, tapi kini

> > dipakainya untuk membayar biaya tinggal di rumah Jompo tersebut.

> > Sejak itu sampai dia meninggal, hanya ada orang-orang tua dan suster

> > yang merawatnya.Dia kini merasa sangat kesepian, perasaan yang tidak

> > pernah dia rasakan sebelumnya.

> >

> > Saat dia mau meninggal, dia memanggil seorang suster dan berkata

> > kepadanya, “Ah, andai saja aku menyadari ini dari dulu…..” Kemudian

> > perlahan ia menghembuskan napas terakhir, dia meninggal dunia dengan

> > airmata dipipinya.

> >

> > ============ ========= ========= =========

> >

> > Apa yang saya ingin coba katakan pada anda, waktu itu nggak pernah

> > berhenti. Anda terus maju dan maju, sebelum benar-benar menyadari,

> > anda ternyata telah maju terlalu jauh.

> >

> > Jika kamu pernah bertengkar, segera berbaikanlah!

> >

> > Jika kamu merasa ingin mendengar suara teman kamu, jangan ragu-ragu

> > untuk meneleponnya segera.

> >

> > Terakhir, tapi ini yang paling penting, jika kamu merasa kamu ingin

> > bilang sama seseorang bahwa kamu sayang dan cinta dia, jangan tunggu

> > sampai terlambat. Jika kamu terus pikir bahwa kamu lain hari baru

> > akan memberitahu dia, hari itu tidak pernah akan datang.

> >

> > Jika kamu selalu pikir bahwa besok akan datang, maka “besok” akan

> > pergi begitu cepatnya hingga kamu baru sadar bahwa waktu telah

> > meninggalkanmu.

> > Jangan tunda kirim email ini ke sahabat-sahabat anda…..

> > Atau…. masih

> > ada hari esok…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s